
Berakhir telah akhir sepakbola Yaya Toure. Mantan gelandang Barcelona dan Manchester City tersebut memutuskan guna gantung sepatu di umur 35 tahun.
Nama Toure mulai melejit sesudah digaet Barcelona dari AS Monaco pada 2007. Toure berkostum Azulgrana sekitar tiga tahun dan menyabut total tujuh trofi termasuk, saat Barca menyapu bersih enam trofi juara pada 10 tahun lalu.
Toure lantas hijrah ke Inggris dengan bergabung City pada 2010. Saudara kandung eks pesepakbola Kolo Toure tersebut membantu City memenangi tigal titel Premier League, satu Piala FA, dan dua Piala Liga.
Di penghujung kariernya, Toure pulang ke klub lamanya Olympiakos pada musim panas 2018. Namun, sebelum peralihan tahun Toure sepakat guna menghentikan kontraknya dengan klub Yunani tersebut dan berstatus tanpa klub sebelum kesudahannya pensiun.
Pensiunnya Toure diungkapkan oleh agennya, Dimitri Seluk. Keputusan tersebut dipungut bukan sebab kondisi jasmani Toure, melainkan sebab tidak hendak menurunkan standar performanya yang tinggi.
"Yaya telah menyimpulkan mengakhiri kariernya sebagai seorang juara. Laga perpisahan yang diserahkan Manchester City untuk dia, pada dasarnya ialah akhir karier bermain dia bukan hanya di tim, namun secara umum," kata dia untuk Sport24, yang dilansir M.E.N merujuk pada perpisahan dengan City pada musim 2017/18.
"Yaya ialah salah satu pemain terbaik di Afrika dan yang mempunyai salah satu karier paling berkilauan dalam sejarah sepakbola Afrika. Jadi seharusnya meninggalkan sepakbola ketika di puncak."
"Tentu saja masing-masing pesepakbola hendak bermain selama barangkali dan dalam kaitannya dengan kondisi jasmani Yaya dapat sih melakukannya di level yang benar-benar tinggi hingga lima tahun ke depan.Tapi kami menyimpulkan bahwa dia, pesepakbola yang pernah bermain guna Barcelona dan Manchester City, tidak dapat menurunkan standar."