
Jose Mourinho meninggikan tinggi Juergen Klopp atas keberhasilan Liverpool menumpas Barcelona dan pulang ke final Liga Champions. Klopp disebutnya layak mengusung trofi Liga Champions.
Liverpool menciptakan comeback fenomenal saat menghadapi Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions. Sempat terbelakang 0-3 di pertemuan kesatu pekan lalu, Sadio Mane dkk membalikkan status dan menang 4-0 di Anfield, Rabu (8/5/2019) dinihari WIB.
The Reds menundukkan Barca walau tak diperkuat dua pemain bintangnya, Mohamed Salah dan Roberto Firmino.
Penampilan Liverpool dinihari tadi ditinggikan tinggi Jose Mourinho. Meski sering saling sindir ketika masih mengajar di Premier League, Mourinho menyinggung Juergen Klopp telah menyerahkan hal yang spektakuler besar guna Liverpool.
"Saya tidak menebak ini. Saya pernah bilang tak terdapat yang mustahil. Dan saya katakan andai ada peluang, Anfield ialah salah satu lokasi yang dapat membuat sesuatu yang tak dapat menjadi mungkin," ujar Mourinho ketika menjadi komentator di beIN Sports.
"Harus saya akui, ini semua sebab satu nama. Juergen. Saya pikir ini bukan mengenai taktik, ini bukan soal filosofi. Tapi ini mengenai hati, jiwa, dan empati luar biasa yang dia ciptakan bareng para pemain," lanjut lelaki asal Portugal itu.
Setelah kalah di leg kesatu dan gagal menginginkan Manchester City tergelincir di Liga Inggris, Liverpool sempat dalam bahaya gagal menyelesaikan musim dengan trofi. Namun Virgil van Dijk dkk sekarang malah dapat membawa kembali piala sangat bergengsi di Eropa: juara Liga Champions.
"Mereka berisiko menyelesaikan musim yang luar biasa tanpa merayakan apapun. Dan kini mereka satu tahapan lagi menjadi juara Eropa. Saya pikir Juergen layak mendapatkannya. kita tahu, kegiatan yang mereka kerjakan di Liverpool paling fantastis," ungkapnya.
"Saya pikir ini ialah tentang dia. Ini ialah refleksi dari kepribadiannya yang tidak pernah menyerah, punya motivasi bertarung, dan selalu menyerahkan segalanya. Dia tidak menangis saat kehilangan pemain. Dia tak mengeluh sebab bermain 50-60 laga per musim".
"Pelatih-pelatih beda di liga beda mereka mengeluh dan berbicara para pemainnya bermain terlalu tidak sedikit ketika sudah melalui 30 hingga 35 laga," papar Mourinho.