
Pep Guardiola memasang standar tinggi guna dirinya sendiri. Guardiola sadar betul gelar Liga Champions bakal menilai apakah ia berhasil atau tidak berhasil di Manchester City.
Menangani City semenjak 2016, Guardiola telah mempersembahkan satu gelar Premier League pada musim lalu. Ia pun membawa City dua kali menjuarai Piala Liga Inggris.
Namun, menilik kesuksesannya bareng Barcelona, Guardiola sadar gelar-gelar yang telah ia persembahkan guna City sekitar ini tidak bakal cukup. Ia kemudian membandingkan dengan era saat melatih Bayern Munich.
Bayern yang diajar Guardiola pada 2013-2016 tidak jarang kali terhenti di semifinal Liga Champions. Guardiola pun dirasakan gagal meski membawa Die Roten juara Bundesliga tiga kali dan memenangi DFB Pokal dua kali.
"Di Munich saya dinilai laksana itu, jadi di sini saya pun akan dinilai demikian. Periode saya di Munich tidak bagus untuk mayoritas orang sebab kami tidak sekali juga ke final. Kami ke semifinal, namun tidak lolos ke final dan kami dihakimi," ujar Guardiola.
"Jadi, saya orang yang beruntung. Standar saya tinggi. Saya mesti mencapainya," katanya.
Guardiola sadar betul bakal adanya ekspektasi tinggi terhadapnya. Meski demikian, manajer asal Spanyol tersebut masih percaya evaluasi untuknya yang melulu didasarkan pada gelar Liga Champions tersebut tidak adil.
"Ketika saya bicara dengan bos, CEO, direktur olahraga, orang-orang di sini tahu dan mereka memberi kredit atas apa yang telah kami kerjakan dalam dua musim terakhir. Pada akhirnya, itulah yang terpenting," ucap Guardiola.
"Setelah itu, seluruh orang dapat menilai apakah ini suatu bencana. Kalau kami tidak juara Liga Champions, kerja kami sekitar tiga musim, masing-masing tiga hari, ialah kegagalan atau bencana. Saya sepenuhnya tidak setuju, namun saya dapat apa? Menerimanya dan move on."
"Yang penting ialah para pemain, klub, fans, dan orang-orang mengakui apakah kami konsisten dan rendah hati dan, di masing-masing laga, mengerjakan apa yang mesti kami lakukan."
"Tapi saya mesti menerimanya. Kami memenangi tidak sedikit hal di masa kemudian dan itulah kenapa orang-orang percaya tersebut wajar. Tapi tersebut tidak wajar," katanya.