
Ole Gunnar Solskjaer kecewa dengan asisten wasit dan wasit ketika Manchester United bertemu Arsenal. Dia merasa keputusan perangkat gim itu merugikan timnya.
MU harus puas dengan hasil imbang 1-1 di kandang Arsenal di Liga Premier berlanjut di Old Trafford. Setan Merah menang pertama melalui Scott McTominay di akhir babak pertama.
Namun keunggulan tuan rumah harus hilang setelah Piere-Emerick Aubameyang mencetak gol pada menit ke-58. Gol dari pemain Gabon itu sebenarnya dibatalkan.
Karena asisten wasit mengangkat bendera bahwa Aubameyang berada dalam posisi offside. Tetapi wasit utama, Kevin Friend, kemudian meninjau insiden ini melalui Video Assistant Referee (VAR) dan mendukung tujuan The Gunners.
Kesalahan asisten wasit yang mengibarkan bendera itu disesali oleh Solskjaer. Menurutnya hal itu membuat pemain MU tidak memberi tekanan untuk menggagalkan upaya Aubameyang untuk mencetak gol.
Ini bisa dilihat dari reaksi Ashley Young yang berdiri cukup dekat dengan Aubameyang. Dia memilih untuk mengangkat tangannya dan tidak bereaksi banyak untuk menghalangi penyerang 30 tahun.
"Ashley Young secara alami mengangkat tangannya karena dia melihat langsung ke hakim garis," Solskjaer.
"Mungkin dia agak ragu-ragu. Dia seharusnya bisa memblokir dan mungkin membantu David De Gea. Tapi ini bukan pertahanan kita karena itu adalah gol yang sangat bagus dari mereka.
"Dia seharusnya tidak mengibarkan bendera. Situasi ini adalah hasil dari tindakannya mengibarkan bendera," pria Norwegia itu menjelaskan.
Solskjaer juga kecewa bahwa MU tidak mendapatkan penalti ketika tendangan Jesse Lingard mengenai tangan Sead Kolasinac pada menit ke-53. Dia menilai wasit membuat keputusan yang salah.
"Ada banyak tekanan pada wasit untuk memutuskan penalti. Jika Anda tidak memberikannya, Anda tidak bisa mengulanginya untuk mendapatkannya," tambah Solskjaer.
Hasil imbang ini membuat MU turun ke posisi 10 dengan sembilan poin. Sementara London Cannon berada di posisi ke-4 berkat 12 poin dari tujuh pertandingan.