
Deretan kasus melilit Neymar sejak awal 2019. Akibatnya, harga jualnya menyusut hampir 100 juta euro atau Rp. 1,6 triliun.
Sejak awal 2019, kisah kontroversi tidak dapat dipisahkan dari Neymar. Mulai dari cedera, keributannya dengan rekan satu timnya di Paris Saint-Germain, hingga sekarang kasus pemerkosaan yang membungkusnya menjelang Copa America 2019.
Di PSG, Neymar dikabarkan berselisih dengan rekan setimnya setelah kehilangan Piala Prancis. Neymar juga berisik dengan penggemar, yang membuatnya menyangkal larangan pertandingan 3.
Masalah kebugaran Neymar juga semakin dipertanyakan. Akhirnya, ia memiliki masalah di ligamen pergelangan kakinya yang memaksanya untuk kehilangan tim nasional Brasil di Copa America 2019.
Dan masalah terbaru adalah kasus dugaan pemerkosaan. Pemain termahal di dunia sedang diselidiki terkait dugaan pemerkosaan terhadap wanita di Paris. Sebagai hasil dari kasus ini, perusahaan seperti Mastercard, Nike, dan Red Bull dilaporkan mengevaluasi kerjasama mereka sebagai sponsor.
Sebagai hasil dari serangkaian masalah, Neymar tidak berhenti di situ. Seperti dilansir Marca, PSG khawatir harga pemain andalannya juga turun.
Menurut L'Equipe, Neymar, yang dibeli oleh PSG dari Barcelona dengan harga 222 juta euro pada 2017, hanya bermain 51,8 persen sejak pindah ke Paris.
Jumlah pertandingan tidak sebanyak Lionel Messi (87%) dan Cristiano Ronaldo (77%) dalam jangka waktu yang sama. Kontribusi Neymar tidak sebanyak Messi dan Ronaldo karena masalah-masalahnya.
Observatorium Sepak Bola CIES kemudian merilis daftar harga Neymar terbaru. Pemain berusia 27 tahun itu bernilai 213 juta euro atau Rp. 3,4 T pada awal 2019, tetapi sekarang telah menyusut hampir 100 juta euro atau sekitar Rp. 1,6 triliun dengan harga terendah sekitar 120 juta euro (Rp. 1,9 T) dan harga tertinggi hanya 150 juta euro (Rp. 2,4 T) per Juni.
Harga jual Neymar berdasarkan situs transfer masih relatif stabil. Neymar masih dihargai 180 juta euro, yang merupakan harga pasar tertinggi baginya.
Selain itu, absennya Neymar di Copa America 2019 membuatnya diperkirakan gagal bersaing memperebutkan gelar pemain Ballon d'Or terbaik. Neymar diprediksi akan terlempar dari 50 besar, jika merujuk pada 2018 hanya berada di peringkat ke-12.