Baca Berita Bola - TogelBola88

Baca Berita Bola 88 - TogelBola88

Selasa, 28 Mei 2019

7 Orang Ditangkap Karena Dugaan Match Fixing di Spanyol


Sebanyak tujuh orang diadukan ditangkap bersangkutan permasalahan match fixing atau penataan skor di Spanyol. Di antaranya ialah eks pemain Real Madrid, Raul Bravo.

Dilansir Sky Sports, menurut laporan El Pais, sebanyak pemain dari LaLiga dan Divisi Segunda diciduk bersangkutan sangkaan membentuk jaringan kriminal untuk penataan skor.

Juru bicara kepolisian Spanyol dinamakan telah membetulkan adanya investigasi bersangkutan permasalahan itu. Berdasarkan laporan ekstra dari El Periodico, terdapat 7 orang yang ditangkap. Lima di antaranya ialah pemain dan dua perwakilan klub.

Lima pemain itu ialah Raul Bravo, eks pemain Real Madrid di era 2000-an, Borja Fernandez (Real Valladolid), Samuel Saiz Alonso (Getafe, pinjaman dari Leeds United), Inigo Lopez Montana (Deportivo La Coruna), Carlos Aranda (pensiunan Villarreal, Osasuna, dan Levante), Agustin Lasaosa (Presiden klub Huesca) dan Juan Carlos Galindo Lanuza (staf medis Huesca).

Yang menjadi sorotan ialah sosok Raul Bravo. Pria yang sekarang berusia 38 tahun tersebut adalahmantan pemain Madrid, yang turut mengantar Los Blancos menjuarai dua kali gelar LaLiga pada 2003 dan 2007, Piala Super Spanyol 2003, Liga Champions 2002 serta Piala Super Eropa 2002.

Adapun ketujuh orang tersebut diselamatkan karena diperkirakan tergabung dalam organisasi kriminal. Kejahatannya mencakup match fixing, korupsi, serta pencucian uang.

Adapun permasalahan match fixing yang diusut informasinya terjadi pada musim 2016/2017 dan 2017/2018. Saat ini Kepolisian informasinya tengah mengejar kantor Huesca, yang terdegradasi ke Divisi Segunda di akhir musim 2018/2019 dan mengejar rumah Borja Fernandez di Valladolid.

Juru bicara LaLiga membenarkan permasalahan ini. Kompetisi tertinggi di Spanyol tersebut mendukung tahapan kepolisian membasmi pengaturan skor.

"Tindakan polisi menyusul keluhan tentang bisa jadi pengaturan pertandingan dalam pertandingan Mei 2018 dari La Liga ke otoritas Spanyol. La Liga paling aktif dalam memerangi penataan pertandingan. Penting untuk kami memiliki persaingan yang adil," ujar juru bicara La Liga, demikian dikutip Yahoo! Sport.