Baca Berita Bola - TogelBola88

Baca Berita Bola 88 - TogelBola88

Selasa, 26 Maret 2019

Raheem Sterling Tak Lelahnya Terus Melawan Isu Rasialisme


Raheem Sterling terus saja mendapat pelecehan berbau rasial sepanjang musim ini. Sterling juga takkan lelah menghadapi aksi semacam itu.

Bersama Manchester City, Sterling tengah tampil oke musim ini dengan torehan 19 gol dan 16 assist dari 40 penampilan di semua kompetisi. Performa itulah yang menciptakan lawan pun kian keder menghadapinya.

Berbagai teknik pun dilaksanakan untuk dapat menyetop aksi Sterling itu, salah satunya dengan mengganggu konsentrasi pemain 25 tahun tersebut lewat suara-suara sumbang dari tribune penonton. Ya semua penonton tersebut tak jarang melecehkan Sterling yang berkulit hitam.

Mereka seringkali menirukan suara monyet saat Sterling sedang menguasai bola supaya fokusnya terganggu. Tak hanya di level klub, Sterling pun mendapat pelecehan serupa ketika memperkuat Timnas Inggris.

Terakhir saat The Three Lions melawat ke kandang Montenegro pada lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020. Pada laga yang dimenangi Inggris dengan skor 5-1 itu, Sterling mencetak satu gol dan satu assist.

Cemoohan pun ditunjukkan kepadanya sepanjang 90 menit. Tak hanya Sterling, Danny Rose pun mendapat ejekan serupa ketika dia menekel pemain Montenegro dan mendapat kartu kuning.

"Sangat memalukan sebab tim tampil spektakuler di lokasi yang susah ditaklukkan, dan pun didatangi," ujar Sterling.

"Kami tahu alangkah sulitnya, kami tahu laga akan sulit namun kami terus bersama-sama sebagai kesebelasan dan ada sejumlah pemain yang tampil bagus, namun ada juga, maaf bicara saya kasar, orang idiot, yang orang idiot yang merusak malam estetis ini," sambungnya.

"Sangat memalukan sebab saya mesti bicara jujur ini untuk Anda, ini telah 2019 dan saya rasa mesti terdapat hukuman nyata guna ini, tidak melulu menskorsing sejumlah orang."

"Ini ialah masalah bersama-sama. Stadion ini memuat 15 ribu pemirsa dan saya rasa hukumannya mesti guna satu negara andai ada fans yang beraksi rasialis. Jadi saya rasa mestinya jangan ada pemirsa di dalam stadion."