
FIFA telah menyimpulkan Ezra Walian tidak dapat bertanding di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. PSSI menemukan kritik tajam sebab hal itu.
Ezra dilarang bermain sesudah FIFA mempersoalkan statusnya yang pernah membela Timnas Belanda U-17, sebelum dinaturalisasi oleh Indonesia pada 2017. Keputusan itu dikatakan FIFA.
Meski nasi telah menjadi bubur, PSSI didesak guna belajar dari permasalahan Ezra. Pemerhati sepakbola, Tommy Apriantino, menyinggung PSSI yang gemar menyiapkan segala sesuatu dengan dadakan mesti dapat berubah.
"Harusnya dapat ya bila masih level kelompuk U-17. Waktu Diego Costa saja dapat memperkuat Brasil kumpulan U-17 dan U-19. Yang jangan pindah bila sudah memperkuat di level senior, di atas level U-23. Jadi bila sudah menilai satu negara tersebut tidak dapat pindah lagi," kata Tommy.
"Lionel Messi tersebut punya dwi kewarganegaraan Argentina dan Spanyol. Bahkan tidak sedikit pemain Amerika Latin tersebut kenapa dwi kewarganegaraan supaya dapat main di Eropa. Nah, FIFA tersebut setahu saya dewasa," ujarnya menambahkan.
Kendati kesudahannya terjadi permasalahan ini, kata dia, mestinya PSSI mengurusnya semenjak awal.
"Harus diluruskan bila memang inginkan ambil Ezra tersebut diuruskan. Karena tidak saja kejuaraan ini andai dia diperlukan untuk yang berikutnya. Kan terdapat SEA Games dan lainnya, nah dari kini bukan dadakan laksana ini. Kitas saja kan tidak jarang H-1 baru diuruskan ini bicara dengan dunia internasional.
Kan kita pun harus merencanakan bila mau Ezra dipungut ya dari dulu dong diurusnya ke FIFA-nya sebab dia pernah memperkuat Timnas U-17 Belanda," dia menjelaskan.
"Jadi mestinya semua tersebut by planning, bukan seketika ini. Ezra ini kan pemain berkualitas, lantas dia hendak dinaturalisasi. Begitu telah dinaturalisasi segera diatur. Cuma saya melihatnya kemungkinan sebab mendadak dan melulu satu kejuaraan ini yang dikejar," saran Tommy.