
Emiliano Sala sempat mengirim pesan suara sesaat sebelum pesawat yang dia tumpangi hilang. Dia sudah k hawatir dengan kondisi pesawatnya sebelum terbang.
Pesawat yang ditumpangi oleh Sala bersama 1 orang lainnya hilang dari radar saat berada diutara laut Alderney sekitar Les Casquete. Pesawat yang berjenis Piper PA-46 Malibu itu terbang dari Nantes menuju Cardiff.
Sala ternyata sempat mengirimkan pesan suara kepada para rekannya melalui WhatsApp sebelum pesawat yang dia tumpangi hilang.
"Halo teman, bagaimana kabarmu, orang gila? Aku benar-benar lelah, aku di sini di Nantes melakukan sangat banyak hal dan itu tak akan pernah berhenti." kata Sala.
"Aku di sini di pesawat yang sepertinya sedang berantakan, dan aku akan pergi ke Cardiff, gila, besok kami sudah mulai (berada di Cardiff), dan pada sore hari kami mulai berlatih bersama tim baruku Cardiff City." tambahnya.
Pesan-pesan suara tersebut diyakini dikirim Sala sesaat sebelum dia tinggal landas.
Pemain berusia 28 tahun ini baru saja direkrut Cardiff City dari Nantes dengan biaya 15 juta poundsterling (Rp 275 miliar). Hal tersebut menjadikannya pemain termahal dalam sejarah The Bluebirds.
"Bagaimana kabar kalian, semuanya baik-baik sajakan? Jika kaliam tidak mendapat kabar lagi dari saya dalam satu atau satu setengah jam ke depan, saya tidak tahu apakah mereka akan mengirim seseorang untuk menemukan saya. Saya mulai ketakutan!." lanjutnya.
Sebelumnya pria asal Argentina ini dikabarkan mengirim pesan bahwa pesawat mengeluarkan suara yang aneh. Beberapa sumber mengatakan pesawat yang dia tumpangi memang mengalami gangguan sebelum lepas landas.
Tetapi pesawat tetap terbang pada jam 19;45 waktu setempat, Prancis. Perjalanan dari Nantes ke Cardiff yang normalnya ditempuh dalam waktu 1 jam 20 menit.
Pasca insiden ini, ayah, ibu dan adik Sala langsung menuju Paris dari Argentina. Ayah Sala, Horacio mengaku pasrah atas musibah yang kini menimpa anaknya.
"Saya putus asa, Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya berharap kabar baik akan datang, ungkap Horacio.
"Transfernya ke Cardiff adalah langkah yang besar. Dia adalah anak laki-laki yang selalu berjuang keras. Anak laki-laki yang rendah hati. Ini masih terasa sulit untuk dijelaskan. Seluruh masa depannya di depannya, semua impian yang dia miliki." katanya.