Baca Berita Bola - TogelBola88

Baca Berita Bola 88 - TogelBola88

Sabtu, 24 November 2018

Real Madrid Bantah Tuduhan Football Leaks Soal Doping Sergio Ramos


Muncul kabar mengejutkan saat Sergio Ramos dituduh gagal melewati tes doping tahun lalu. Real Madrid pun dengan cepat membantah tuduhan tersebut.

Kabar ini pertama kali muncul dalam harian Jerman, Der Spiegel yang merilis bagian seri Football Leaks soal Ramos. Mereka mengklaim bahwa Ramos menggunakan obat Dexametahasone saat Real Madrid mengalahkan Juventus dengan skor 4-1 difinal Liga Champions 2017 silam. Sebelum Ramos, Manchester City dan Paris Saint Germain juga masuk didalam artikel tentang masalah Financial Fair Play.

Ramos dirumorkan positif menggunakan Dexam sebelum pertandingan tersebut mulai. Obat penahan rasa sakit yang memang dilarang oleh World Anti-Doping Agency atau WADA karena ada efek yang meningkatkan konsentrasi penggunanya.

WADA sebenarnya tidak melarang secara total penggunaan dexam selama dinyatkaan pada tes doping. Tetapi Der Spiegel mengatakan Ramos dan tim dokter Real Madrid juga menggunakan Beamesthasone obat yang dilarang WADA.

Mereka mengklaim bahwa UEFA membuat kesalahan administrasi dan tidak mengambil tindakan disiplin soal itu. Tetapi menurut sumber penggunaan Dexam tidak dilarang jika untuk menyembuhkan cedera. Obat ini hanya dilarang dalam dosis dan lewat metode tertentu.

Pada saat itu memang Ramos mempunyai masalah cedera punggung ynag sudah dirasakannya awal tahun. Sehingga dokternya menggunakan dexam agar sang pemain bisa menahan rasa sakit pada laga yang sangat penting itu.

Pihak Real Madrid pun langsung membuat pernyataan resmi beberapa saat untuk membantah kabar tersebut.

"Terkait informasi yang disebarkan Der Spiegel tentang kapten kami Sergio Ramos, pihak klub membuat pernyataan yakni," tulis mereka.

1. Sergio Ramos tak pernah melanggar peraturan terkait kontrol anti-doping.

2. UEFA meminta informasi secara tepat dan langsung menutup kasus ini. Seperti yang biasa terjadi pada kasus-kasus seperti ini setelah dilakukan verifikasi para ahli yang meliputi WADA, AMA, dan UEFA.

3. Mengenai sisa konten dari publikasi itu, klub tak mau berbicara banyak karena bukti yang tidak substansial.